Tak Asing Lagi dengan Bayi Tabung

- Posted by
 
 


 

Kehadiran buah hati tentunya ditunggu oleh pasangan yang sudah menikah. Namun kenyataannya tak sedikit pasangan yang kesulitan mendapatkannya. Bagaimana dengan  program bayi tabung?

"Ada dua hal yang membuat pasangan disarankan untuk mengikuti bayi tabung, yaitu kondisi sperma suami yang nol dan saluran tuba yang tertutup rapat," jelas dr. Aryando Pradana SpOG dari Klinik Morula IVF Indonesia, dalam acara talk show "Infertilitas dan Bayi Tabung", Minggu 13 Maret di Jakarta Kids Festival 2016 , Kota Kasblanka, Jakarta. Untuk itu disarankan bagi pasangan yang sudah melakukan hubungan seksual secara rutin selama 1 tahun lebih dan istri belum hamil,  berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui masalahnya. "Bagaimana pun faktor kesuburan ditentukan 40% dari suami, 40% istri dan 20 % faktor suami istri," katanya.

Jika dokter menyarankan Anda untuk mengikuti program bayi tabung dan Anda setuju ada beberapa hal yang akan lalui, antara lain;
 Anda diminta datang ke rumah sakit di hari kedua haid, setelah itu Anda akan disuntik sebanyak 8 kali setiap hari, selama 8 hari. Penyuntikan bisa dilakukan mandiri atau datang ke rumah sakit.  Di hari ke-11 Anda diminta untuk datang ke rumah sakit untuk pengambilan telur, 3 hari kemudian, telur akan ditanam ke dalam rahim.

Selanjutnya, menurut Lissia Tania, morula survivor, yang di tahun 2011 sukses mengikuti proses bayi tabung di Klinik Morula IVF dan mendapatkan bayi  kembar,  dua minggu adalah penantian yang mendebarkan, apakah ia sukses hamil atau tidak. "Bersyukur berita gembira saya terima," kata Tania yang mengaku 8 tahun sebelumnya sudah berganti dokter dan menggunakan pengobatan alternatif, namun tidak berhasil. "Akhirnya, di usia 38 tahun saya mendapatkan 2 buah hati kembar," ujarnya.
 
Wajar Tania sangat bersyukur, karena menurut dr. Nando, kesempatan untuk memiliki bayi tabung sangat tergantung dari usia ibu. Sebab semakin tua usia ibu, semakin berkurang kualitas telurnya. Bagi ibu berusia 35 tahun ke atas kesempatannya adalah 40% - 50%,  sementara 35 tahun ke bawah kesempatannya 50% - 60%.
«